Tiap individu harus memahami betul betapa mahal dan berharganya sebuah nyawa yang dimiliki sehingga timbul kesadaran terhadap mana tindakan yang benar dan tidak dengan berimplikasi pada menurunnya pelanggaran-pelanggaran dan angka kecelakaan yang terjadi sehingga akan tercipta kondisi yang diinginkan oleh semua pihak. Berperilaku dan beretika yang santun, aman dan nyaman serta tertib berlalu lintas merupakan pelopor keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama.

Kurang lebih seperti itulah yang dikatakan Kasat Lantas Polres Biak Numfor Iptu Lamasi, S.Ip saat ditemui media diruang kerjanya Senin (11/11/2019).

Dikatakan Iptu Lamasi, masalah ketertiban berlalu lintas di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pihak Kepolisian tapi juga seluruh pengguna jalan.

“Seluruh pengguna jalan wajib hukumnya untuk taat terhadap peraturan berlalu lintas. Hal ini untuk menghindari tingginya angka kecelakaan dijalan raya”, Jelasnya.

Pihaknya mengaku disepanjang tahun 2019 di Biak Numfor telah terjadi 183 kasus lakalantas, tercatat 14 orang meninggal dunia, 158 orang mengalami luka berat dan 171 orang luka ringan serta kerugian material kurang lebih 423 juta lebih.

“Pada tiga bulan terakhir ini telah terjadi lakalantas yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia. Hal ini terjadi sebagian besar akibat pengendara mengkonsumsi minuman keras.”, Ujarnya.

Terkait penegakan hukum, menurut Lamasi mengkonsumsi miras saat berkendara akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Tidak hanya itu, angka kecelakaan yang terjadi pun kata Kasat Lantas Lamasi disebabkan lalainya sang pengendara yang tidak taat aturan.

“Kurang lebih tiga bulan bertugas di Biak, saya melihat masih kurangnya kesadaran dari pengguna kendaraan roda dua sering tidak memakai helm. Rata-rata yang diboncengi tidak menggunakan helm, ini yang bahaya apabila terjadi kecelakaan. Gunakanlah Helm dan juga memeriksa kelengkapan kendaraan, ini saja sudah cukup demi keselamatan”, Tuturnya.

Untuk menekan angka kecelakaan pihaknya mengaku selain melakukan bimbingan edukasi pada elemen masyarakat baik Pemerintah maupun swasta, Sekolah Dasar dalam kota Biak pun seluruhnya telah dilakukan, 2 TK dan juga 1 SMA. Kedepan Lamasi berharap akan memberikan edukasi diseluruh sekolah maupun perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Biak Numfor.

“Pembentukan karakter yang disiplin tidak bisa dilakukan satu pihak. harus ada campur tangan semua pihak, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan serta berbagai elemen masyarakat. Anak-anak harus ditanami edukasi lalu lintas sehingga dapat meminimalkan angka kecelakaan”, Imbuhnya. (Dom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *