Menyikapi pasca aksi rasisme di Surabaya terhadap mahasiswa Papua, paguyuban warga Jawa Timur Kabupaten Biak Numfor gelar ramah tamah bersama tokoh masyarakat Byak, tokoh agama dan Pemerintah di area pantai Water Basis Lanal Biak, Sabtu (7/9).

Ketua paguyuban Jawa Timur Kabupaten Biak Numfor Iwan Ismulyanto dalam keterangannya mengatakan forum silaturahmi ini bertujuan untuk menjaga persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa. Menurutnya hal ini sebagai wujud rasa simpati dan empati warga Jawa Timur khususnya Kabupaten Biak Numfor atas aksi rasisme yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

“Kami paguyuban warga Jawa Timur Biak Numfor mengutuk kejadian yang terjadi di Surabaya yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab. Kita adalah anak bangsa yang satu dalam pancasila serta menjunjung tinggi sifat kebhinekaan, walaupun kami berambut lurus tapi jiwa kami adalah Papua”, Jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Frits G. Sanandi dalam paparannya menilai kejadian yang terjadi di Surabaya, Malang dan makasar berakibat aksi anarkis dan demonstrasi di sebagian wilayah tanah Papua merupakan permainan oknum yang ingin menghancurkan persatuan dan persaudaraan anak bangsa.

“Jangan kita terpancing dengan berita Hoax alias berita bohong, harus tunjukan bahwa Biak Numfor merupakan zona damai dan menjadi Kabupaten percontohan bagi daerah lain di Indonesia dan khususnya di wilayah Papua”, Ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut mantan Bupati Biak Numfor Yusup M. Maryen, Asisten 1 Setda Biak Numfor Frits G. Sanandi, Pimpinan TNI/POLRI, Kejaksaan Negeri Biak Numfor, tokoh masyarakat Byak, tokoh agama serta masyarakat. (Dom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *